Google NotebookLM Hadir di Indonesia, Asisten AI untuk Penelitian dan Penulisan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Google telah meluncurkan jenis terbaru dari NotebookLM. Untuk diketahui, NotebookLM merupakan asisten penelitan dan penulisan nan didukung dengan teknologi AI.

Dalam jenis terbaru ini, Google mengumumkan NotebookLM bakal datang ke lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebelumnya, jasa ini hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat.

Menurut Editorial Director Google Labs Steven Johnson, NotebookLM sekarang telah ditingkatkan kemampuannya, berkah support Gemini 1.5 Pro.

"Tujuan kami sejak awal dengan NotebookLM adalah menciptakan perangkat nan membantu Anda memahami dan menjelajahi materi nan kompleks, membikin hubungan baru dari informasi, dan mempercepat proses pembuatan draf pertama Anda," tuturnya dalam sesi online berbareng media.

Dengan keahlian nan ditingkatkan, NotebookLM datang dengan sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah jasa ini sekarang mendukung format sumber nan lebih banyak. Kini, NotebookLM tidak hanya dapat mengolah Google Docs, PDF, dan file teks, tapi juga mendukung Google Slides dan tautan situs web.

Selain itu, pengguna juga dengan mudah memeriksa kebenaran alias menggali dengan fitur quote langsung dengan mengarahkan langsung ke bagian relevan dari sumber asli.

Google juga membenamkan fitur Notebook Guide. Jadi, fitur ini bakal membantu pengguna memahami inti sumber info mereka lewat format nan berbeda, mulai dari FAQ, ringkasan, hingga pedoman belajar.

Berbekal keahlian multimodal Gemini 1.5 Pro, NotebookLM juga dapat menjawab pertanyaan tentang komponen visual dalam Slides alias Docs pengguna. Bahkan, jasa ini bisa menyertakan quote gambar sebagai bukti pendukung jika memang relevan.

Sebagai informasi, jasa ini telah digunakan beragam kalangan untuk beragam keperluan. Penulis terkenal Walter Isaacson menggunakannya untuk menganalisis jurnal Marie Curie dalam riset bukunya.

Kemudian, beberapa peneliti dokumenter dan podcast juga memanfaatkannya untuk menyaring arsip kompleks demi menghasilkan naskah alias buahpikiran cerita. Fungsi lain dari Google NotebookLM adalah membantu membikin newsletter, kajian transkip wawancara, hingga mengindentifikasi kebutuhan pengguna.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Google Siapkan 3 Faktor Kunci AI untuk Dukung Kemajuan Indonesia Emas

Di sisi lain, kepintaran buatan (AI) digadang-gadang menjadi suatu teknologi nan dapat mengubah serta membantu kehidupan manusia.

Untuk itu, Google berupaya menghadirkan AI generatif untuk membangun prasarana hingga membantu masyarakat Indonesia untuk menemukan potensi terbaiknya.

Teknologi nan dihadirkan AI dirancang untuk membantu menyelesaikan beragam tantangan di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut keterangan nan diterima, Rabu (5/6/2024), penelitian memperkirakan penggunaan AI bakal meningkatkan faedah ekonomi bagi Indonesia hingga sebesar Rp 2.612 triliun (USD 167 miliar) pada tahun 2030.

Jumlah tersebut diperkirakan nyaris setara dengan 13 persen PDB Indonesia pada 2022.

Google sebagai perusahaan teknologi terkemuka mengungkapkan telah menerapkan kepintaran buatan sejak satu dasawarsa lalu.

"Google AI sebenarnya telah dimulai nyaris satu dasawarsa lalu, sejak CEO Sundar Pichai mendeklarasikan misi kami menjadi perusahaan nan mengutamakan AI," ujar Putri Alam, Direktor Hubungan Pemerintahan an Kebijakan Publik Google Indonesia pada aktivitas peluncuran Whitepapaer Google AI Opportunity untuk Indonesia Emas. 

Menurut Putri, ada tiga aspek kunci kesuksesan AI untuk mendukung kemajuan Indonesia Emas.

"Terdapat tiga aspek nan kami persiapkan, ialah investasi pada prasarana inovasi, membangun tenaga kerja siap AI, dan mendorong inmpementasi inklusif dan memastikan akses nan luas ke jasa AI," ucap Putri. 

Investasi pada Infrastruktur Inovasi

Untuk bisa memanfaatkan kesempatan AI secara optimal, sebuah negara kudu berinvestasi untuk membangun prasarana nan kuat dan mendorong penemuan melalui penelitian dan pengembangan nan berkelanjutan.

Investasi nan sepatutnya dilakukan antara lain adalah penelitian dan teknologi dasar, prasarana cloud, dan dataset terbuka adalah awal nan baik.

Demi peningkatan pemanfaatan AI di Indonesia secara optimal, Google telah melakukan investasi bersar-besaran pada prasarana digital Indonesia.

Investasi nan dilakukan Google adalah pembangunan region cloud hyperscale AS pertama di Jakarta pada 2020 serta pembangunan tiga kabel bawah laut: Indigo-West, Echo, dan Apricot.

"Kabel-kabel nan dipasangkan meningkatkan kapabilitas internasional dan meningkatkan keahlian internet di Indonesia sehingga memungkinkan pertumbuhan traffic nan berkelanjutan," kata Putri.

Ia juga menyebut investasi prasarana jaringan Google bakal menambahkan pendapatan GDP kumulatif sebesar USD 94 miliar antara tahun 2022-2026.

Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan kerjasama Google Cloud dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengimplementasikan AI dalam pelayanan kesehatan

"Kolaborasi in menghadirkan penerapan generatif AI di platform Satu Sehat," ujarnya.

"Kolaborasi ini selaras dengan cetak biru pemerintah Indonesia untuk transformasi digital dan inisiatif visi Indonesia Digital 2045," dia menambahkan.

Kembangkan Tenaga Kerja Mahir AI

Akses ke training AI begitu krusial untuk membekali tenaga kerja dengan keahlian nan dibutuhkan agar sukses menghadapi kesempatan dan tantangan nan dihadirkan AI.

"AI berpotensi mendorong produktivitas di Indonesia," kata Putri.

Ia membeberkan sebuah studi nan menyebut bakal ada Rp 2.612 triliun faedah ekonomi untuk membantu upaya di Indonesia pada tahun 2030 jika perangkat AI digunakan.

Pun demikian, dia mengingatkan bahwa diperlukan keahlian digital untuk meraih pencapaian tersebut.

Untuk membantu tenaga kerja nan mahir AI, Google meluncurkan Gemini Academy untuk melatih tenaga pendidik.

"Sejak Oktober 2023, kami meluncurkan Gemini Academy untuk melatih 7 ribu tenaga pengajar untuk penggunaan generatif AI secara kondusif dan bertanggungjawab di sektor pendidikan di Indonesia," ujarnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Teknologi LP6
Teknologi LP6