Gempa Taiwan: Produsen Chip Terbesar di Dunia TSMC Pastikan Seluruh Karyawan Selamat

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), salah satu produsen chip terbesar di bumi mengatakan seluruh karyawannya selamat usai Gempa Taiwan. Selain itu, karyawan nan telah dievakuasi juga kembali ke sejumlah pabrik setelah gempa dahsyat tersebut pada Rabu, (3/4/2024).

Dikutip dari CNBC, Taiwan dilanda gempa bumi terkuat nan menghancurkan gedung dan memicu peringatan tsunami dari Jepang dan Filipina. Pihak regulator menyebut empat orang meninggal dunia.

Sementara itu, ahli bicara TSMC menuturkan, jika bangunan normal tetapi Perseroan memutuskan untuk menunda pekerjaan di letak tersebut. Juru bicara TSMC mengatakan, pekerjaan bakal dilanjutkan setelah pemeriksaan lebih lanjut dan TSCM tetap pertimbangan rincian akibat gempa.

Sebelumnya, produsen chip tersebut pemindahan sejumlah personel dari sejumlah pabrik sesuai protokol keselamatan.

Saham TSMC turun 1 persen di tengah sentimen Gempa Taiwan. Sedangkan indeks Taiwan melemah 0,9 persen. Adapun TSMC merupakan salah satu perusahaan terbesar di indeks tersebut dengan kapitalisasi pasar USD 639,65 miliar.

Dalam sebuah pernyataan, Bursa Efek Taiwan memeriksa komputer dan sistem jaringannya setelah gempa bumi dan memastikan semuanya beraksi normal.

Bursa Saham Asia

Sementara itu, sebagian besar bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Rabu, 3 April 2024 di tengah sentimen gempa Taiwan nan berakibat terhadap minat investor.

Selain itu, ketidakpastian mengenai suku kembang bank sentral Amerika Serikat (AS) alias the Federal Reserve (the Fed) juga memperpanjang tindakan ambil untung di wilayah tersebut.

Mengutip Investing.com, Rabu pekan ini, bursa saham regional juga tersengat koreksi dari bursa saham AS alias wall street nan anjlok.

Namun, kekhawatiran atas akibat gempa bumi Taiwan nan mengguncang wilayah tersebut pada Rabu pagi menjadi sentimen utama di pasar Asia.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bursa Saham Asia Pasifik Melemah

Selain itu, meningkatnya ketidakpastian kapan the Federal Reserve (the Fed) alias bank sentral AS bakal mulai menurunkan suku bunganya terutama jelang info utama nonfarm payrolss nan dirilis pada Jumat ini memicu tindakan ambil untung di pasar. Indeks Nikkei 225 melemah 0,5 persen di Jepang. Peringatan tsunami juga dikeluarkan di beberapa bagian Jepang setelah gempa Taiwan terutama di Okinawa.

Indeks ASX 200 di Australia merosot 1,3 persen seiring sentuh rekor tertinggi. Indeks Kospi turun 1,4 persen imbas koreksi saham teknologi.

Indeks CSI 300 dan Shanghai masing-masing melemah 0,5 persen dan menbagaikan hasil survei swasta nan menunjukkan sektor jasa di China tumbuh seperti nan diperkirakan pada Maret.

Data resmi nan dirilis pekan lampau juga menunjukkan sektor manufaktur China kembali ekspansi pada Maret nan berpotensi menunjukkan pemulihan ekonomi negara itu usai setahun alami pertumbuhan nan melamban.

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,2 persen imbas penurunan saham kendaraan listrik nan ikuti penurunan saham Tesla. Hal ini setelah Tesla mencatat pengiriman nan mengecewakan pada kuartal pertama.

Gempa Taiwan

Gempa Taiwan berkekuatan 7,4 magnitudo di Hualien,Taiwan. Menurut survei pengetahuan bumi AS, gempa itu termasuk terbesar di Taiwan sejak 1999. Getaran juga dirasakan hingga ibu kota Taipei.

Badan Meteorologi Jepang juga merilis peringatan tsunami di sejumlah pulau dan wilayah Selatan di negara itu. Akan tetapi, pihak regulator mencabut peringatan itu.

Di sisi lain, the Philippine Institute of Volcanology and Seismology juga mengeluarkan peringatan tsunami di negara tersebut setelah gempa Taiwan.

Jadwal penerbangan terganggu di Jepang dengan beberapa penerbangan Japan Airlines dibatalkan menyusul gempa bumi di Taiwan. Saham Japan Airlines naik 0,7 persen.

Maskapai Jepang lainnya, ANA Holdings menangguhkan sementara penerbangan dari Bandara Okinawa Naha, Miyako dan Ishigaki pada hari sebelumnya. Perseroan sekarang telah kembali beraksi tetapi mengatakan beberapa penerbangan telah ditunda. Saham perusahaan ANA Holdings mendatar.

Gempa Taiwan Sebabkan 1 Orang Tewas dan 50 Terluka, Kemlu RI: Sejauh Ini Tidak Ada Korban WNI

Sebelumnya diberitakan, Gempa mengguncang Taiwan pada hari Rabu (3/4/2024), menimbulkan korban tewas dan luka serta tsunami di Jepang. Filipina sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian mencabutnya.

Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan mengatakan satu orang diduga tewas tertimpa batu di wilayah pegunungan Hualien, tempat pusat gempa berada. Sementara itu, lebih dari 50 orang terluka. Demikian seperti dilansir Reuters.

"Setidaknya 26 gedung runtuh, lebih dari setengahnya berada di Hualien, dengan sekitar 20 orang terjebak dan upaya pengamanan tetap berlangsung," sebut Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan, dikutip dari Kanal Global Liputan6.com.

Badan pemantau gempa Taiwan menyebut gempa bermagnitudo 7,2 dengan kedalaman 15,5 km, sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan gempa bermagnitudo 7,4 - sebelumnya menyebutnya 7,5.

Jepang menyebut gempa, nan memicu beberapa kali gelombang tsunami kecil di bagian selatan Prefektur Okinawa, bermagnitudo 7,7.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Lalu Muhammad Iqbal melalui pernyataan tertulis nan diterima Liputan6.com menyebutkan bahwa hasil koordinasi dengan KBRI Tokyo dan KDEI (Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taipei menemukan bahwa sejauh ini tidak ada penduduk negara Indonesia (WNI) nan terdampak gempa Taiwan maupun di Prefektur Okinawa, Jepang.

Media pemerintah China mengatakan gempa Taiwan turut dirasakan di Provinsi Fujian dan Shanghai.

Pemerintah Kota Taipei menyatakan mereka belum menerima laporan mengenai kerusakan besar dan MRT di kota itu langsung beraksi setelah gempa terjadi, sementara operator listrik Taipower mengatakan lebih dari 87.000 rumah tangga di Taiwan tetap tanpa aliran listrik.

"Dua pembangkit listrik tenaga nuklir Taiwan tidak terdampak gempa tersebut," tambah Taipower.

Operator kereta api berkecepatan tinggi Taiwan mengonfirmasi tidak ada kerusakan alias cedera, namun mencatat kereta bakal mengalami keterlambatan menyusul inspeksi.

Kantor buletin Taiwan melaporkan gempa pada Rabu pagi merupakan nan terbesar nan melanda pulau itu sejak tahun 1999 ketika gempa magnitudo 7,6 menewaskan sekitar 2.400 orang dan menghancurkan alias merusak 50.000 bangunan.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6