Erick Thohir: Program Bansos Sudah Jalan Lama, Kenapa Sekarang Ribut?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan program support sosial (bansos) sudah lama dijalankan pemerintah. Dia merespons rumor bansos nan jadi perbincangan beragam pihak belakangan ini.

Misalnya, ramai soal politisasi bansos lantaran disebar pemerintah menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pekan ini. Erick menyebut, bansos sudah menjadi kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI.

"Bansos itu merupakan kebijakan nan diambil pemerintah berbareng DPR ya dan sudah dianggarkan oleh Menteri Keuangan," kata Erick Thohir di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/4/2024).

Diapun mengaku heran jika bansos ini baru menjadi perbincangan belakangan ini. Menurutnya, program bansos apalagi jadi tumpuan bagi beberapa golongan nan membutuhkan.

"Program bansos itu melangkah sudah lama gitu, jadi saya juga bingung kenapa mesti diributin sekarang gitu dan saya rasa untuk orang nan tidak perlu (masyarakat mampu) ya mungkin mudah bicara, tetapi jika masyarakat nan di bawah nan memerlukan masa kita setop program-program seperti ini?," urainya.

Subsidi Lainnya

Pada konteks membantu masyarakat ini, Erick menegaskan ada program subsidi daya untuk listrik dan BBM sebesar Rp 540 triliun. Dia bilang, bansos sudah jadi kesepakatan program pemerintah melalui Kementerian Sosial dan BUMN terlibat dalam distribusinya.

"Saya rasa, ingat program bansos ini sudah melangkah lama dan tentu sudah diprogramkan oleh bu Mensos (Tri Rismaharini) juga, ya bapak Presiden juga kami dari BUMN hanya membantu suplainya," kata dia.

"Kita tidak pernah, saya pribadi tidak pernah melakukan bansos, tetapi jika intervensi pasar murah pada saat Covid pun kita melakukan dan tidak ada nan ribut. Ya jadi percayalah kebijakan ini memang diambil untuk tadi melayani masyarakat nan tadi belum mampu," tegas Erick Thohir.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bansos Efektif Jaga Inflasi

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut efektivitas pemberian support sosial (bansos) hingga support pangan kepada masyarakat. Salah satunya sukses menahan tingkat inflasi di kisaran 2,6 persen.

Diketahui, inflasi pangan menjadi perhatian pemerintah mengingat besarnya andil sektor tersebut pada nomor inflasi nasional. Sederet langkah dilakukan guna menjaga tingkat inflasi, termasuk memberikan support ke masyarakat.

"Inflasi, lihat dong inflasi rata-rata Indonesia itu cuman 2,6 persen jauh di negara-negara lain nan nyaris 10 persen, itu bukti (efektivitas bansos)," ujar Erick saat meninjau stok Beras SPHP, di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Terkendali

Selain pengaruhnya terhadap nomor inflasi, Erick juga memandang tren positif dalam pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,05 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan banyak negara lain.

"Nah ini nan kemarin kita coba pemerintah jaga ya tapi terkendali, inflasi 2,6 persen, pertumbuhan ekonomi tetap ya 5,05 (persen) rata-rata pertumbuhan ekonomi bumi itu 5,03 (persen) jadi kita di atas rata-rata, ini berkah Alhamdulillah," paparnya.

Berkaca pada keahlian tersebut, Erick menilai kebijakan pemerintah nan menyalurkan beragam support dan bansos jadi suatu langkah nan tepat.

"Artinya pemerintah membikin kebijakan nan baik, sempurna? Tidak," kata dia.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6