Erick Thohir Apresiasi Kenaikan Saham BBRI yang Naik 61,5 Kali Lipat Sejak IPO

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Genap 20 tahun, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2003 melalui saham kode BBRI, dan menawarkan 3.811.765 juta saham biasa (common shares) dengan nilai Rp875/saham. Apabila mempertimbangkan stock split dan right issue, sampai dengan saat ini, tercatat saham BBRI telah naik 61,5 kali lipat andaikan dibandingkan dengan saat IPO.

Atas pencapaian tersebut Menteri BUMN RI Erick Thohir mengungkapkan apresiasinya terhadap BRI. Menurut Erick, keberhasilan BRI mencatatkan keahlian positif selama ini juga dirasakan hingga ke pelaku upaya UMKM. Berbagai program nan dilakukan BRI, termasuk program pemberdayaan, nyatanya terbukti sukses dalam memutar perekonomian secara umum. 

"Ini adalah pilar perekonomian. UMKM nan terus bergerak dengan support BRI, bisa menunjukkan keahlian nan sangat baik. Implikasinya terlihat dari level upaya riil di masyarakat. Ekonomi tumbuh. Di sisi lain, BRI pun menunjukkan catatan keahlian nan baik," ujar Erick.

Erick Thohir menegaskan bahwa peran BUMN memang mesti menyeimbangkan sisi bisnis, pelayanan publik, sekaligus menjadi katalisator bagi ekonomi rakyat. 

"Apa nan ditunjukkan BRI jadi contoh gimana BUMN kita membuktikan bisa mencatatkan keahlian upaya perusahaan nan baik, pelayanan publik nan maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM," ujar Erick.

Terkait dengan pencapaian saham BBRI tersebut, secara terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI mempunyai peran krusial untuk meningkatkan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value). Apabila pemangku kepentingan merupakan pemegang saham, BRI kudu terus meningkatkan kekayaan pemegang saham.

"Kita kudu menargetkan economic value, laba, pertumbuhan aset dan pertumbuhan profit, dan akhirnya pertumbuhan dividen dan peningkatan nilai saham oleh stakeholder," ujarnya. 

(*)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6