DPR Bakal Bikin Panja Kasus Korupsi Timah, Dirut PT Timah: Kami akan Kooperatif

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta PT Timah Tbk mengapresiasi support Komisi VI DPR RI terhadap perbaikan keahlian PT Timah. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Timah Dani Virsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Dalam RDP kali ini, Komisi VI DPR dengan PT Timah membahas topik mengenai Kinerja Korporasi PT Timah Tahun 2023.

“Kami mengapresiasi inisiasi Komisi VI DPR RI untuk membentuk panja nan bermaksud untuk mengenai perbaikan tata kelola timah di Indonesia. Kami juga bakal kooperatif berbareng panja untuk memperbaiki keahlian perusahaan dan ekosistem timah nasional,” kata Dirut PT Timah, Dani Virsal dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2024).

Menurut Dani, saat ini PT Timah juga telah melakukan perbaikan dari hulu ke hilir dalam proses upaya perusahaan. Salah satunya dalam reformasi organisasi PT Timah untuk melakukan penataan tupoksi dan kewenangan di internal PT Timah.

“Kita sudah melakukan perbaikan di beberapa sistem di internal mempercepat salah satunya mereformasi organisasi, memberikan kepastian sehingga hasil produksi bisa terukur dan ditelusuri asal usulnya,” ujarnya.

Tata Kelola Timah

Dani juga mengharapkan Komisi VI DPR RI dapat terus mendukung PT Timah dalam perihal perbaikan tata kelola timah secara nasional, sehingga PT Timah dapat terus meningkatkan kontribusi bagi bangsa dan negara dan pemanfaatan sumber daya alam timah dapat dilakukan berkelanjutan.

“Terima kasih dan apresiasi kepada komisi VI DPR RI nan telah memberikan masukan dan membentuk panja, kami terbuka atas info nan dibutuhkan. Saya optimis kita punya jalan keluar apalagi perusahaan ini perusahaan publik dan tidak ada nan kita tutupi,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Dani juga mengapresiasi abdi negara penegak norma nan telah melakukan perbaikan tata kelola pertimahan nasional.

“Kami mendukung upaya penegakan norma untuk memperbaiki tata kelola pertimahan nasional sehingga pertambangan timah di Indonesia dari hulu ke hilir dapat melangkah dengan baik,” kata dia.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Korupsi Tata Niaga Timah

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung nan memimpin langsung RDP ini menyinggung persoalan norma dugaan tindak pidana korupsi tata niaga timah di IUP PT Timah tahun 2015-2022 nan saat ini tetap dalam tahap investigasi Kejaksaan Agung.

Martin menegaskan dalam rapat panja Timah nanti, PT Timah dapat menguraikan secara gamblang mengenai karut marut ekosistem tata niaga timah sehingga ke depannya bisa dilakukan perbaikan dan tidak terulang kembali.

“Kami mau mengetahui karut marut ini seperti apa agar semuanya jelas, ada berapa pihak nan ikutan dalam karut marut bancakan timah. Dari sisi korporasi kami mau memandang persoalan ini secara utuh, sehingga tahu peran PT Timah pasca persoalan ini seperti apa,” tuturnya.

Korupsi Rp 271 Triliun Terkuak, Bos PT Timah Dicecar DPR

Komisi VI DPR RI memanggil direksi PT Timah Tbk guna membahas mengenai kasus korupsi tata niaga dalam area izin upaya pertambangan (IUP) nan dikuasai. Namun, sejumlah personil DPR mengaku tidak puas dengan bahan nan dibawa dewan perusahaan.

Diketahui, sejak Rapat Dengar Pendapat (RDP) dimulai, Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal memaparkan kondisi finansial perusahaan. Pada kesempatan itu, tidak ada sama sekali nan menyinggung kasus korupsi tata niaga timah. Hal ini nan membikin sejumlah personil Komisi VI geram.

"Jadi pertanyaan teman-teman lebih kepada bapak punya penjelasan ini sama sekali tidak memberikan info apapun. Kan banyak sekali info nan bisa kita telaah dalam RDP ini di luar dari teknis kasusnya," tegas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung dalam kesempatan rapat, Selasa (2/4/2024).

Hal nan sama disoroti oleh Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto. Dia memandang laporan finansial nan dibawa Dirut Timah. Dia menilai dewan nan datang tidak siap dalam menjawab rumor nan tengah hangat diperbincangkan.

"Sebenarnya bapak gak siap datang ke sini. Karena beragam pertanyaan nan diminta tadi terlihat jelas bapak tidak siap, tapi kelak bapak bisa berkelit bahwa bapak baru 6 bulan, dan saya memahami psikologis bapak, mempimpin PT Timah lenyap kena kasus besar. Bapak terlihat stres sekarang, tidak punya nafsu, tidak punya spirit, tidak punya tenaga datang kesini," bebernya.

Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino ikut menyoroti soal keahlian perusahaan. Misalnya, dengan naik-turunnya untung nan dibukukan perusahaan.

Dia menjelaskan, pada 2020 PT Timah mencatat untung Rp 340 miliar, lampau di 2021 untung Rp 1,3 triliun, di 2022 untung lagi Rp 1 triliun, dan pada 2023 rugi sebesar Rp 450 miliar.

"Harus dijelaskan pak, kenapa juga EBITDA-nya turun 71 persen, hanya Rp 684 miliar. Kemudian tadi ditujukan bahwa utangnya meningkat," kata dia.

"Kita tau harusnya kasus di Timah berangkat dari temuan dewan alias komisaris tapi nan muncul Kejagung, nan mulai Desember kemarin mulai lakukan penelitian. Metika ramai nan menarik jawaban bapak ke bursa pengaruh bapak katakan tidak ada keterlibatan organisai, direksi, berfaedah ada pembiaran ini pak, buktinya dewan masuk kok," bebernya.

Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis Disita Buntut Mega Korupsi Timah Rp 271 Triliun

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyita dua mobil mewah dari kediaman Harvey Moeis, suami dari Sandra Dewi, nan jadi tersangka tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 hingga 2022.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kuntadi membenarkan adanya penyitaan dua unit kendaraan tersebut dari tersangka Harvey Moeis nan merupakan suami dari Sandra Dewi yakni mobil Rolls Royce dan Minicoper.

"Betul (sita Rolls Royce) dan minicoper," kata Kuntadi," dikutip dari Antara, Selasa (2/4/2024).Usai penyitaan, kendaraan mewah tersebut dibawa ke Kejaksaan Agung sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya, Kuntadi menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penggeledahan di rumah Harvey Moeis di area Pakubuwono, Jakarta Selatan, pada Senin (1/4).

Penggeledahan dilakukan setelah suami Sandra Dewi itu ditetapkan sebagai tersangka Rabu (27/3/2024).

Harvey Moeis, disebut sebagai perpanjangan tangan PT RBT. Selain penggeledahan, Kuntadi mengaku sudah memblokir rekening para tersangka.

"Terkait apakah sudah ada tindakan pemblokiran, bahwa pemblokiran sudah lama kami lakukan, bukan baru sekarang dan terus berkembang," kata Kuntadi.

Harvey Moeis dan Helena Lim jadi Tersangka

Bersamaan dengan penggeledahan, interogator juga sedang memeriksa empat orang saksi, salah satunya RBS namalain RBT. Pemeriksaan RBS dilakukan setelah interogator menetapkan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim, crazy rich PIK.

Kuntadi menyebut, pemanggilan dan pemeriksaan RBS dalam rangka membikin terang suatu peristiwa. "Maka pada hari ini kami memanggil dan memeriksa kerabat RBS selaku saksi," kata Kuntadi.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6