Data OJK: 67 Perusahaan Finansial Wajib Ganti Rugi Rp 68 Miliar

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengantongi ribuan kejuaraan mengenai jasa di sektor asuransi hingga pinjaman online (pinjol). Bahkan, tercatat sejumlah perusahaan finansial diwajibkan melakukan tukar rugi hingga Rp 68 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dalam rangka penegakan norma ketentuan pelindungan konsumen, OJK telah memberikan hukuman selama Januari-Mei 2024.

Diantaranya, 39 Surat Peringatan Tertulis kepada 39 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), 3 Surat Perintah kepada 3 PUJK, dan 24 Sanksi Denda kepada 24 PUJK.

"Selain itu, terdapat 67 PUJK melakukan penggantian kerugian atas 206 pengaduan dengan total penggantian sebesar Rp 68.461.264.185," kata Friderica dalam konvensi pers, Senin (10/6/2024).

Sementara itu, sanksinjuga dijatuhkan dalam pengawasan perilaku PUJK (market conduct). Hingga 31 Mei 2024, OJK sudah menjatuhkan hukuman administratif atas keterlambatan pelaporan. Ini sejalan dengan tanggungjawab penyampaian laporan sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 43 dan Pasal 44 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat.

Dalam rangka penegakan norma pelindungan konsumen di bagian PEPK, OJK telah mengenakan hukuman administratif keterlambatan pelaporan terhadap 71 PUJK nan merupakan kewenangan pengawasan instansi pusat.

"Sanksi Administratif Berupa Denda terhadap 55 PUJK dengan total nilai hukuman sejumlah Rp 461.200.000 dan Sanksi Administratif Berupa Peringatan Tertulis terhadap 16 PUJK," kata dia.

Adapun pengenaan hukuman terhadap PUJK nan berada dalam kewenangan pengawasan Kantor OJK Daerah dilakukan oleh Kantor OJK Daerah mengingat telah dilakukannya delegasi kewenangan bagian PEPK kepada Kantor OJK Daerah sebagaimana Keputusan Anggota Dewan Komisioner.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sanksi Lainnya

Friderica juga mengungkap OJK turut menjatuhkan hukuman administratif atas Hasil Pengawasan Langsung dan/atau Tidak Langsung. Selama periode Januari – 31 Mei 2024, OJK telah mengenakan Sanksi Administratif Berupa Denda sebesar Rp 330.000.000 terhadap dua PUJK.

Serta Sanksi Administratif Berupa Peringatan Tertulis terhadap duaPUJK nan terbukti melakukan pelanggaran atas ketentuan pelindungan konsumen.

"Selain pemberian hukuman administratif dimaksud, OJK juga memberikan perintah mengenai penerapan dan pengawasan aktivitas upaya PUJK agar sesuai dengan ketentuan nan berlaku," ucapnya.

"Untuk meningkatkan kedisiplinan PUJK dalam melaksanakan aktivitas literasi dan inklusi keuangan, OJK saat ini sedang melakukan penelitan dan penjelasan terhadap PUJK nan diindikasikan belum melaporkan alias tidak melakukan aktivitas edukasi publik, untuk selanjutnya bakal dikenakan hukuman sesuai ketentuan nan berlaku," sambung Friderica.

Blokir 896 Pinjol Ilegal Hingga Mei 2024

Ororitas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir ratusan platfom pinjaman online (pinjol) ilegal. OJK tercatat telah memblokir 896 pinjol terlarangan sepanjang 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan telah dilakukan pengawasan sepanjang Januari-Mei 2024.

Berdasarkan pada laporan nan masuk ke OJK, didapati ada 896 pinjaman terlarangan nan sudah diblokir. Kemudian ada 18 investasi terlarangan nan juga disetop OJK. Sehingga totalnya ada 915 entitas finansial terlarangan nan disanksi.

"Dari sisi pemberantasan aktivitas finansial ilegal, sejak 1 Januari sampai dengan 31 Mei 2024, Satgas PASTI telah menghentikan 915 entitas finansial terlarangan nan diantaranya terdiri dari 19 investasi ilegal, dan 896 pinjaman online ilegal," ujar Friderica dalam Konferensi Pers, Senin (10/6/2024).

Jumlah Pengaduan

Jumlah pengaduan nan masuk ke OJK tidak kalah banyak. Dia mengatakan, ada sebanyak 7.560 pengaduan nan masuk ke OJK.

Itu meliputi pengaduan pinjol terlarangan sebanyak 7.194 pengaduan dan pengaduan investasi terlarangan sebanyak 366 pengaduan.

Adapun, secara total OJK sudah memblokir sebanyak 7.576 pinjol terlarangan sejak 2017-Mei 2024 ini. Rinciannya, 404 ditindak pada 2017-2018, 1.493 pada 2019, 1.026 pada 2020, 811 pada 2021, 698 pada 2022, dan 2.248 pinjol terlarangan pada 2023 lalu.

Sementara itu, OJK juga sudah menindak sebanyak 1.237 investasi terlarangan pada periode nan sama. Serta, gadai terlarangan sebanyak 251 kegiatan. Secara total, OJK sudah memblokir 9.064 entitas finansial ilegal.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6