Cek SKD CPNS 2023, MenpanRB Sarankan Peserta Minta Doa Restu Orang Tua

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, mengecek penyelenggaraan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2023 untuk susunan di lingkungan Kejaksaan Agung di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional Bali, Jumat (17/11/2023).

Pengecekan ini untuk memastikan lekancaran proses SKD CPNS 2023 sekaligus memastikan tak ada lagi pemakaian joki dalam penyelenggaraan seleksi ini.

Anas tiba di Kantor BKN Bali ketika penyelenggaraan tes belum dimulai, lampau berbincang dengan sejumlah peserta tes. Sejumlah peserta juga menjawab asal daerahnya, mulai dari Denpasar, Badung, hingga Tabanan.

"Melamar di susunan apa?" tanya Anas, nan kemudian dijawab peserta dengan sejumlah susunan nan tersedia di Kejaksaan, seperti jaksa hingga pengelola penanganan perkara.

Anas lantas menyarankan kepada para peserta untuk meminta angan restu orang tua sebelum memulai tahapan tes. "Ini tetap ada waktu menunggu 25 menit, bisa telepon lagi ayah alias ibunya masing-masing untuk minta angan restu," ujar Anas.

Anas didampingi Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali R Narendra Jatna. Anas memaparkan, tahun ini pemerintah membuka susunan nan sangat besar di lingkungan Kejaksaan, ialah mencapai 7.846 CPNS.

"Formasi di Kejaksaan ada sekitar 7.800, sedangkan jumlah pelamarnya mencapai lebih dari 173.000. Artinya ini sangat kompetitif. Semoga semua lancar dan nantinya melahirkan talenta unggul untuk mendukung kerja-kerja Kejaksaan," papar mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut.

Transparan dan Akuntabel

Pada 2023, pemerintah telah menetapkan sebanyak 572.496 susunan ASN, dengan rincian di 72 lembaga pemerintah pusat sebanyak 78.862 ASN, dan di pemerintah wilayah 493.634 ASN.

Anas memastikan semua tahapan tes melangkah transparan dan akuntabel. Masyarakat jangan percaya jika ada orang/lembaga nan mengaku dapat membantu meloloskan seleksi CASN.

"Tesnya online, Computer Assisted Test (CAT), nilai langsung keluar, live score, tanpa jarak sehingga tidak bisa diintervensi siapapun, apalagi itu ditampilkan live di Youtube. Prosesnya juga kita tambahi pakai face recognition. Zehingga tak ada lagi joki tes," jelasnya.

Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto menambahkan, titik letak penyelenggaraan seleksi CASN 2023 sekarang mencapai 365 tempat, di antaranya di BKN, politeknik kesehatan di sejumlah kota, letak berdikari instansi, serta luar negeri. Terjadi peningkatan ratusan persen dibanding tahun lampau sekitar 105 titik lokasi.

“Penambahan titik letak diharapkan membikin peserta tidak terlalu jauh dalam mengakses tempat tes," kata Haryomo.

Dia memaparkan, sejumlah perihal nan telah dilakukan BKN untuk meningkatkan keamanan sistem di antaranya bekerja-sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). "Untuk penyediaan jaringan komunikasi data, BKN bekerja sama dengan Kemenkominfo melakukan penambahan bandwidth dan penambahan backup link untuk kelancaran penyelenggaraan ujian CAT," tuturnya.

Mahasiswa Jember Diciduk Polisi lantaran Jadi Joki CPNS Kemenkumham Jatim, Dibayar Rp 30 Juta Jika Sukses

Sebelumnya, Panitia Daerah Kemenkumham Jatim menggagalkan tindakan perjokian dalam Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS). Sang joki, IM, diserahkan ke kepolisian untuk proses lebih lanjut.

"Upaya perjokian ini dapat diungkap saat proses verifikasi berkas dan pelayanan pin registrasi," ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono, Selasa (14/11/2023).

Setelah didalami, IM merupakan seorang mahasiswa di salah satu kampus di Jember. Dia hendak menjoki seorang peserta SKD CPNS nan berinisial AM, seorang peserta SKD CPNS Kemenkumham asal Jombang.

"AM mendaftar untuk posisi Penjaga Tahanan dan dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi ketiga hari ini," terang Heni.

Namun, IM kandas masuk ke letak tes nan terletak di Auditorium Politeknik Pelayaran Surabaya. Gelagat mencurigakannya diendus panitia saat IM memasuki pos pemeriksaan biometrik dan pin registrasi.

"Sistem menunjukkan notifikasi bahwa info biometrik 'miss match' dengan bentuk original nan bersangkutan," tutur laki-laki original Kebumen itu.

Salah satu karakter paling mencolok adalah foto di KTP dan Kartu Peserta Ujian menunjukkan karakter bentuk nan sedikit gemuk. Namun, pada kenyataannya IM punya perawakan nan condong kurus. Panitia pun mengamankan mahasiswa semester 7 pada Fakultas Teknik Lingkungan itu.

"Dari pengakuannya, IM bakal mendapatkan hadiah Rp25-30 juta nan diserahkan jika sukses meloloskan AM," tutur mantan Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan itu.

Mengaku Tidak Mengenal Orang nan Dijoki

Meski begitu, IM mengaku tidak mengenal dan belum pernah berjumpa AM sebagai kliennya. Perantaranya adalah temannya nan juga ahli tes CPNS.

"Dari hasil pendalaman, kami menduga pelaku berjaringan, lantaran punya banyak kawan sesama joki," terang Heni.

Panitia pun menyerahkan IM Polsek Gunung Anyar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini merupakan langkah tegas panitia dalam memberikan sinyal bahwa segala corak kecurangan dalam seleksi CPNS tidak bakal ditoleransi.

"Dia juga mengaku sebelumnya juga pernah bertindak sebagai joki seleksi CPNS, namun di lembaga lain, tidak di Kemenkumham," ungkap Heni.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6