Cara Pertamina Patra Niaga Dorong Pembangunan Industri Berkelanjutan

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya mengatakan kesadaran bakal pembangunan berkepanjangan bukan lagi sebuah pilihan, tetapi telah menjadi sebuah kebutuhan.

Banyak tantangan nan dihadapi sebagai pelaku bisnis, mulai dari kompleksitas nan semakin tinggi dan ketidakpastian terhadap ekonomi global. Seperti pada saat pandemi Covid-19, bentrok antara Rusia dan Ukraina, eskalasi di area Middle East, rumor perubahan iklim, berkurangnya sumber daya masyarakat, hingga El Nino dengan adanya panas nan cukup meningkat membikin transportasi komoditas, baik pangan maupun daya menjadi terbatas.

"Bukan lagi kita berbincang tentang upaya nan menguntungkan secara ekonomi (short-term), namun juga kudu memastikan kesejahteraan, kelestarian lingkungan, maupun sosial. Ini gimana Pertamina dan ekosistemnya (mitra upaya dan stakeholder) perlu berinovasi dan beradaptasi dengan langkah nan berkelanjutan,” jelas Maya dalam sambutan di aktivitas Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023, di Royal Glass House, Park Hyatt hotel, Jakarta, Kamis (16/11).

Maya mengatakan, dengan sinergi dan kerjasama antara industri, pemangku kepentingan, dan seluruh stakeholder maka beragam tantangan seperti pemanasan global, sustainable energy, dan renewable energy bisa teratasi.

Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023

Mengusung tema "Sustainable Industries: Shaping Tomorrow’s Business”, Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023 membahas beragam rumor upaya terkini dan proyeksi upaya ke depan, sekaligus memperkenalkan produk dan jasa SubHolding Commercial & Trading melalui arena pameran (exhibition) sebagai solusi bagi kebutuhan konsumen di lini Business to Business (B2B).

Hadir sebagai pembicara di sesi Executive Forum, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto mengungkapkan saat ini ketahanan daya di Indonesia berada di nomor 6,61 dengan makna berada di kondisi “Tahan”. Hal ini merupakan bagian dari kerja sama antara pemerintah dan Pertamina dalam menjaga ketahanan daya dengan prinsip 4A, ialah Availability, Accessibility, Affordability, dan Acceptability.

“Dalam aspek Availability dan Accessibility, kami sedang membangun BBM Satu Harga dan membangun akomodasi pengedaran BBM hingga ke seluruh pelosok tanah air. Selanjutnya, Affordability, untuk Pertalite dan LPG 3Kg ini pemerintah tetap menetapkan nilai nan terjangkau oleh masyarakat. Terakhir, penggunaan daya nan peduli terhadap lingkungan melalui aspek Acceptability dengan Energi Baru Terbarukan (EBT),” ungkap Djoko.

Peserta Apresiasi Gelaran Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023

Salah satu peserta forum, Mulyantiningsih dari PT Godrej Customer Products Indonesia memberikan apresiasi atas terselenggaranya aktivitas Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023

“Sangat excited dengan aktivitas ini. Di perusahaan tempat saya bekerja, salah satu bahan baku nan dipakai untuk memproduksi produk kita adalah menggunakan LPG nan lumayan banyak, jadi dengan adanya Pertamina Patra Niaga Business Forum ini saya bisa tahu seperti apa kapabilitas Pertamina. Prospek upaya masa depan menjanjikan, tadi saya juga lihat gimana Pertamina mengusungkan strategi-strategi ke depannya,” pungkasnya.

Pertamina Patra Niaga Business Forum 2023 dihadiri oleh para peserta dari lingkungan Pertamina Group, konsumen industri PT Pertamina Patra Niaga Group mulai dari industri petrochemicals, industri pertambangan seperti batu bara hingga perkebunan, serta agen, asosiasi, dan mitra.

Acara ini juga menghadirkan narasumber-narasumber nan merupakan master ekonomi dan petinggi perusahaan di sektor teknologi. Lalu menampilkan pameran (exhibition) dari kegunaan upaya dan anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, serta beragam entertainment nan menarik.

(*)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6