BRI Peduli Kolaborai dengan Yayasan Bening Saguling, Ajak Masyarakat Tepi Sungai Citarum Kelola Sampah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Bandung Isu lingkungan nan tetap mendapatkan perhatian serius adalah sampah, terutama nan menumpuk di sungai. Meski dianggap tumpukan sampah adalah sebuah masalah, namun perihal tersebut justru membawa berkah. 

Berkaitan dengan lingkungan, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) BRI Peduli terus melakukan beragam inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program nan secara nyata dapat membantu mengatasi masalah sampah di wilayah perkotaan alias wilayah padat penduduk. 

Program-program nan dilakukan juga bekerja-sama dengan beragam pihak seperti para pegiat sampah untuk mewujudkan upaya mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan alias wilayah padat penduduk.

Salah satunya, BRI bekerja-sama dengan Yayasan Bening Saguling, nan membantu mengatasi persoalan sampah di Waduk Saguling di sekitar Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat.

Indra Darmawan adalah sosok nan berkedudukan krusial dalam Yayasan Bening Saguling. Berdiri sejak 2014, yayasan ini konsentrasi pada masalah lingkungan, terutama di sekitar Sungai Citarum. 

"Tujuan kami adalah gimana membangun kerjasama ke seluruh pihak untuk melestarikan lingkungan dan juga memberdayakan masyarakat sekitar Sungai Citarum," ujar Indra.

Indra pun membujuk masyarakat terjun langsung menjadi pengumpul sampah, alias nan disebut Pelestari. Dengan sampan-sampan kecil, para Pelestari nan sudah terlatih tersebut mengambil sampah nan tergenang di sekitaran Sungai Citarum. Ketika sudah terkumpul, sampah ini kemudian dipilah dan dijual nan hasilnya menjadi pendapatan masyarakat. 

"Fokus kami adalah gimana melestarikan sungai dan memberdayakan masyarakat. Karena kami percaya tidak mungkin sebuah area bisa bersih bisa lestari. Tanpa kita mengikutsertakan masyarakat di sekitar lingkungan itu sendiri. Ini kekayaan karun nan hasil untung ini tidak dinikmati hanya kita saja, tetapi untuk warga," katanya.

Dalam pengolahan sampah tersebut, terdapat program angsuran plastik setiap bulan nan bisa menghasilkan uang. Sampah nan dipilah kemudian dapat dijual lagi dan menghasilkan uang. Setiap 60 ton sampah plastik mempunyai nilai jual sekitar Rp300 ribu dan unik sampah botol bisa berbobot lebih besar.

Tak hanya sampah plastik, terdapat juga potensi pendapatan lain dari Waduk Saguling, ialah eceng gondok nan dianggap sebagai tanaman parasit. Tumbuhan ini bisa diberdayakan menjadi perabotan hingga genting gazebo nan menjadi penggerak ekonomi penduduk sekitar. 

"Dari pendapatan itu, kita kembalikan ke masyarakat. Contohnya sekolah berbayar sampah dan klinik pengobatan," katanya.

Hal tersebut dirasakan oleh Endang Mulyana, salah seorang penduduk nan sudah aktif menjadi Pelestari Sungai Citarum selama 7 (tujuh) tahun dimana Ia mengakui sejak kehadiran Bening Saguling, dirinya mempunyai penghasilan nan lebih stabil.

"Alhamdulillah sekarang penghasilan sudah lebih stabil daripada dulu. Saya punya satu anak, sekarang sudah di bangku SMA kelas dua. Baik duit bangunan, duit transportasi untuk sekolah anak saya dibantu dengan oleh yayasan ini," ujarnya. 

Indra menambahkan, keberadaan Yayasan Bening Saguling juga memberikan solusi bagi masyarakat sekitar dalam ketahanan pangan. Sampah organik nan diperoleh dari rumah tangga dimanfaatkan menjadi pakan magot nan selanjutnya dijadikan sebagai pakan untuk ayam petelur.

"Sampah dari rumah tangga umumnya itu sampah organik. Ini nan kami manfaatkan untuk pakan magot untuk ayam petelur. Hasilnya kami jual dengan nilai nan murah ke warga. Ini nan ke depan bakal terus kami kembangkan," kata Indra.

Kolaborasi & Dukungan BRI Peduli

Dalam membantu mewujudkan upaya Yayasan Bening Saguling melestarikan Sungai Citarum, BRI Peduli menyalurkan support prasarana seperti penyimpanan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Bank Sampah Induk, pembangunan workshop (bengkel perbaikan mesin pengolahan sampah) dan support kendaraan pengangkut sampah.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, mengungkapkan bahwa kepedulian BRI terhadap masalah sampah dilakukan seiring dengan peningkatan persoalan sampah seiring peningkatan aktivitas masyarakat kota nan tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan sampah nan memadai.

Bernadi menjelaskan, dalam pelaksanaannya BRI bekerja-sama dengan beragam pihak untuk mewujudkan upaya berbareng membantu mengatasi masalah sampah dan lingkungan. Yayasan Bening Saguling, menurutnya mempunyai track record nan bagus dan sudah menunjukkan kiprahnya sebagai penggerak lingkungan nan perlu dan terus bakal didukung. 

"Semoga kerjasama ini dapat terus ditingkatkan dan apa nan sudah kita lakukan menjadi kisah inspiratif bagi masyarakat di wilayah lain dalam perihal ini edukasi dan pengelolaan sampah," katanya. 

(*)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6