Bos PT Timah Buka Suara soal Kontroversi Kerugian Lingkungan Rp 271 Triliun Akibat Kasus Korupsi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Kasus korupsi tata niaga dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk diduga merugikan perekonomian negara sebesar Rp 271 triliun. Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal akhirnya buka suara.

Virsal mengatakan, nomor kerugian nan ditaksir sebesar Rp 271 triliun itu merupakan hitungan dari mahir nan dibawa Kejaksaan Agung. Pihaknya tidak bisa membantah ataupun memberikan info lain.

Diketahui, nomor Rp 271 triliun keluar dari mahir lingkungan asal Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo. Angka itu menakar kerugian ekologis atas aktivitas pertambangan timah.

"Kalau itu ranah mahir lingkungan jadi kita tidak bisa melakukan, meng-counter alias apapun ya lantaran itu diumumkan oleh tenaga mahir di bidangnya," ucap Virsal, ditemui di Gedung DPR RI, dikutip Rabu (3/4/2024).

Sementara itu, dia menegaskan telah melakukan investigasi secara internal pasca sejumlah tersangka ditetapkan dalam kasus nan bergulir sejak 2015-2022 itu. Virsal mengatakan, proses investigasi juga mencari nilai kerugian sebenarnya nan ditanggung PT Timah.

"Kita lagi investigasi juga ke dalam seperti apa sih sebenarnya nan terjadi selama 5 tahun nan lalu, sedang kita dalami dan investigasi di internal maupun dari perjanjian dan kerja sama nan sudah ada," jelasnya.

"Kalau secara garis besar (nilai kerugian PT Timah) belum terlalu terang tapi ini kita investigasi terus. Nanti kita sampaikan jika sudah ketemu," sambung Virsal.

Bos PT Timah Bongkar Kerugian Akibat Kasus Korupsi Libatkan Harvey Moeis dan Crazy Rich PIK

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pesan Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir disebut mendukung penuh proses penegakan norma atas kasus korupsi jumbo nan melibatkan PT Timah Tbk. Mengingat kasus korupsi tata niaga timah dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan berkode saham TINS tersebut ditaksir merugikan negara Rp 271 triliun.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal menyampaikan Erick Thohir mendukung proses perbaikan nan ada di perusahaan tersebut.

"Selama ini sih saya pikir Menteri BUMN itu support full kita," kata Virsal, ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (2/4/2024).

Dukungan itu disebut berangkaian dengan terungkapnya kasus korupsi sekitar 2015-2022 itu. Termasuk dalam proses-proses perbaikan tata niaga dan tata kelola timah kedepan.

"Bagaimana ini bisa terungkap dan bisa memperbaiki kondisi," kata dia.

Dia turut menanggapi dibentuknya satgas unik oleh Holding BUMN Industri Pertambangan alias MIND ID untuk mendalami kasus ini. Menurutnya, ini jadi bagian kerja sama untuk memperbaiki kondisi perusahaan

"Ya namanya juga berkolaborasi, kita terbuka lah ya bekerja sama dengan siapapun memperbaiki kondisi PT Timah sekarang kudu kita persiapan. ini feel fight gimana kita berupaya ini semua feedback untuk perbaikan PT Timah kedepan," bebernya.

Stafsus Erick Thohir Buka Suara

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga buka bunyi mengenai kasus korupsi tata niaga timah. Kasus ini menyeret sejumlah nama populer, termasuk crazy rich Helena Lim dan suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis.

Arya mengatakan, pihak Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah berkoordinasi rutin mengenai korupsi tata niaga timah dalam area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.

"Kami sudah tahu bahwa dan memang berkoordinasi juga dengan Kejaksaan Agung nan memang beberapa bulan terakhir ini melakukan nan namanya penyelidikan terhadap pencurian ataupun pengambilan timah nan berada di IUP-nya PT Timah," kata Arya kepada wartawan, Kamis (28/3/2024).

Dia mengatakan praktik terlarangan di konsesi nan dikuasai PT Timah sudah dilakukan sejak lama. Namun, pada akhirnya terbongkar saat ini.

"Hal ini sudah berjalan lama ya, dan mereka juga sudah memandang sistematis operasi-operasi nan dilakukan untuk membobol timah dan ini sebenarnya kasus nan sudah sangat lama nan selama ini belum pernah terbongkar," ungkapnya.

"Jadi memang langkah Kejaksaan Agung ini kita sangat apresiasi, sehingga jangan heran jika mereka bisa membongkar secara sistematis semuanya, dan keterlibatan-keterlibatan pihak-pihak nan mengambil timah di IUP-nya PT Timah," sambung Arya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6