Bos Otorita IKN Tantang yang Ragukan Pembangunan Nusantara untuk Datang Langsung

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pihak tetap meragukan kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). banyak nan menyebut IKN kemajuan pembangunan IKN tak besar karena belum ada penanammodal nan masuk. 

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono pun menantang pihak-pihak nan meragukan pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut. Ia meminta agar mereka memandang langsung ke lokasi.

“Banyak selalu nan menanyakan jadi apa enggak sih (IKN), saya selalu bilang bahwa seeing is believing, silakan datang ke sini lihat gitu ya. Di belakang saya misalnya itu adalah Istana (Negara) itu sudah lebih dari 50 persen gitu, dan mudah-mudahan kelak 17 Agustus 2024 sudah siap di depan istana itu kelak kita upacara insya Allah,” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (11/2/2024).

Selain itu, terdapat pula empat gedung kementerian koordinator nan bakal ditempati oleh setiap kementerian/lembaga nan berada dalam satu koordinasi terkait. Tujuan objektif nan hendak dicapai adalah menciptakan satu budaya dan langkah kerja baru, di mana bisa bekerja secara digital dalam co-working space dan menghasilkan koordinasi lebih baik.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa progres pembangunan IKN dapat dibuka untuk umum. “Banyak sekali komponen masyarakat nan mau memandang di sini dan kami sangat terbuka. Tak ada nan ditutupi di sini,” ujar Bambang.

Pengunjung Dibatasi

Pada sisi lain, Kepala OIKN itu menyampaikan bahwa tetap kudu ada pengaturan untuk membatasi jumlah visitor nan hendak memandang pembangunan IKN, guna menghindari kecelakaan kerja. Selain itu, perlu pula adanya penyesuaian jadwal, sehingga para pekerja dapat mengejar sasaran pembangunan sesuai nan ditentukan.

“Tahun ini adalah stage pertama. Sebenarnya dari master plan kita 2024 itu adalah stage pertama, setelah itu kelak kita ada empat stage lagi. Jadi bangun kota itu memang napasnya kudu panjang, kudu konsisten sampai 2045. Saya bukan Aladin soalnya,” ujar dia pula.

Pembangunan IKN didanai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kemudian, sebesar 80 persen nan menaungi master plan pembangunan IKN dari pihak swasta, terutama dari domestik.

Karena itu, andaikan ada nan mengatakan tidak ada penanammodal menanamkan modal di IKN, pada kenyataannya sudah terjadi empat kali ground breaking di IKN dengan total nilai Rp4 7,5 triliun dari investasi publik maupun swasta.

“Kita memandang (pembangunan IKN) tidak hanya gedung pemerintah, fasilitas, infrastruktur, tapi juga hal-hal nan membikin kota ini kelak bisa jadi kota nan layak huni dan dicintai. Jadi kita tagline itu livable dan lovable. Makanya jika orang foto di sini kita selalu minta (pose jari) hati,” kata Bambang lagi.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6