BKI Ikut Lobi, Indonesia Calonkan Diri Lagi Jadi Anggota Dewan IMO

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) alias dikenal dengan BKI, bersanding dengan sejumlah delegasi Indonesia untuk mendampingi Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pertemuan International Maritime Organization (IMO) nan diadakan di London pekan lalu.

Acara ini melibatkan delegasi dari sejumlah Kementerian dan Lembaga serta stakeholder mengenai sebagai tim lobby pemenangan Indonesia untuk kembali terpilih menjadi personil majelis IMO.

"Sejumlah kementerian alias lembaga nan ikutserta selain BKI, diantaranya Kemenkomarves, Kemenlu, Kemenhub, Kemenkumham, Kemen BUMN, Setkab, Kedubes RI di London, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL, Pelindo, Pertamina International Shipping, dan INSA. Sebagai Ketua Majelis BKI, saya nyatakan komitmen penuh BKI dalam mencapai kepentingan nasional Indonesia di forum ini,” sambut Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio selaku Ketua Majelis BKI, ditulis Senin (4/12/2023).

Selain mendampingi, BKI juga membantu pemerintah untuk melobi Indonesia dalam proses pencalonan kembali Indonesia sebagai personil majelis IMO.

"Sebagaimana diamanatkan Menteri Perhubungan RI bahwa seluruh delegasi Indonesia nan ditugaskan, untuk berperan-serta aktif dalam upaya menggalang support dan mendapatkan bunyi dari negara lain, dan BKI masuk sebagai salah satu delegasi Pemerintah Indonesia,” ujar Benny Susanto selaku Direktur Operasi IDSurvey/BKI.

Upaya Tekan Emisi

Sementara itu, dalam sidang nan juga dihadiri perwakilan sejumlah negara ini, Budi Karya bicara mengenai upaya menekan emisi di sektor pelayaran.

Lebih lanjut, Budi Karya juga membicarakan soal digitalisasi pelayaran dengan penerapan Maritime Single Window. Dimana Indonesia juga mendongrak jumlah pelabuhan untuk menjadi pelabuhan ramah lingkungan.

"Untuk meningkatkan otomasi dan digitalisasi pelayaran, Indonesia telah menerapkan sistem Maritime Single Window dan meningkatkan jumlah pelabuhan nan pandai dan berkelanjutan. Indonesia secara aktif terlibat dalam pengembangan Marine Autonomous Surface Ships Code," kata Budi Karya.

Menhub Cari Dukungan Indonesia Jadi Anggota Dewan IMO Periode 2024-2025

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap sejumlah poin kontribusi Indonesia terhadap sektor maritim global. Mulai dari penerapan perlindungan laut, hingga penerapan konsep hijau.

Hal ini disampaikan Menhub Budi sebagai upaya meyakinkan negara personil International Maritime Organization (IMO) agar Indonesia tetap menjadi anggota. Menhub merayu negara personil untuk mendukung Indonesia nan mencalonkan kembali menjadi personil majelis IMO kategori C periode 2024-2025.

Kategori C mewakili negara nan mempunyai jalur transportasi dan mempunyai wilayah perairan nan luas, dan mencerminkan pembagian perwakilan nan setara secara geografis. Pada kategori ini, bakal terisi sebanyak 20 negara terpilih.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berkedudukan krusial sebagai jalur pelayaran dan pusat perdagangan internasional,” ucap Menhub dalam keterangannya, Rabu (29/11/2023).Menhub mengatakan, sejak berasosiasi dengan IMO pada tahun 1973, Indonesia telah memberikan cukup banyak kontribusi nan nyata bagi kemajuan sektor maritim dunia. Salah satu kontribusinya ialah meningkatkan perlindungan lingkungan laut, dengan berperan-serta aktif dalam beragam inisiatif proyek IMO.

“Beberapa upaya nan dilakukan Indonesia ialah turut meratifikasi Konvensi Internasional 1990 tentang kesiapsiagaan, respon, dan kerjasama pencemaran minyak,” ujarnya.

Perlindungan Lingkungan Laut

Pada upaya peningkatan perlindungan lingkungan laut diantaranya berperan-serta dalam proyek kemitraan GloFouling IMO dan proyek GloLitter. Penerapan efisiensi daya dan penerapan daya terbarukan di industri pelayaran.

“Hal ini termasuk pembaruan kapal, penggunaan perangkat bantu navigasi tenaga surya, dan tanggungjawab laporan konsumsi bahan bakar untuk kapal berbendera Indonesia. Serta, mempercepat elektrifikasi akomodasi pelabuhan dan mendorong pendirian pelabuhan ramah lingkungan (Green Port),” lanjut Menhub Budi Karya.

Digitalisasi

Ada pula upaya digitalisasi pelayanan di sektor pelayaran. Diantaranya melalui penerapan sistem Maritime Single Window dan meningkatkan jumlah pelabuhan nan pandai dan berkelanjutan.

“Indonesia secara aktif terlibat dalam pengembangan Marine Autonomous Surface Ships Code dan telah mengadakan Lokakarya tentang Maritime Single Window bagi negara berkembang dan tertinggal, dengan support dari Bank Dunia (World Bank),” tutur Menhub.

Pada sektor keselamatan pelayaran dunia, Indonesia dengan ikut menyusun dan menandatangani Konvensi International Organization for Marine Aids to Navigation, nan mengenai dengan keselamatan navigasi pelayaran di Selat Malaka dan Singapura melalui kerjasama dengan negara bagian pesisir lainnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6