Berdaya Bersama BRInita: Kelompok PKK Rawa Barat Sukses Budi Daya Hidroponik dan Ikan Nila

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Di tengah tantangan ketahanan pangan nan semakin kompleks, upaya untuk mengembangkan metode pertanian nan berkepanjangan menjadi semakin mendesak. Akan tetapi, di tengah lautan beton dan kepadatan populasi, pengembangan metode pertanian tersebut pun mempunyai tantangan sangat besar.

Namun, bukan berfaedah hal tesebut menjadi sebuah tantangan nan tidak bisa diatasi. Bahkan, di tengah kesulitasn tersebut, lahirlah sebuah inovasi, kreativitas, dan kolaborasi dalam menciptakan solusi nan berkelanjutan.

Seperti cerita menarik yang bisa digali dari Kelompok PKK di wilayah RW 02, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ibu-ibu di sana sukses membikin lingkungan lebih asri sekaligus memberdayakan masyarakatnya lewat aktivitas produktif.

Pasalnya, dengan sokongan dari program BRI Peduli Bertani di Kota alias BRInita melalui Regional Office BRI Jakarta II, golongan PKK Rawa Barat sukses memanfaatkan lahan sempit dengan melakukan budi daya tanaman hidroponik dan ikan nila.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Warga Terbantu

Meski berada dalam wilayah lahan terbatas, namun perihal tersebut rupanya tidak menjadi kendala. Lahan nan ada seperti pekarangan rumah penduduk dimanfaatkan untuk budi daya tanaman hidroponik nan membikin lingkungan jadi lebih asri.

Lebih dari itu, hasil panen beragam macam sayuran seperti kangkung, sawi, dan nanas juga dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Salah satu warga, Hj. Eni mengaku sangat terbantu oleh support BRI dalam budi daya tanaman hidroponik di wilayah mereka.

“Jadi jika lagi panen, kita bersama-sama, hasilnya kita bagi-bagi dengan warga di wilayah ini. Sebagian lagi kadang kita makan ramai-ramai,” ujar Hj. Eni.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga, Hasana nan juga tergabung dalam golongan budi daya ini menyebut bahwa hasil panen sayuran hidroponik tersebut dapat dijual.

“Nanti hasilnya untuk kas PKK RW, PKK Kelurahan, jadi bisa untuk menambah pemasukan kita,” ucapnya.

Budi Daya Ikan Nila

Selain tanaman hidroponik, BRI juga memberikan support program budi daya ikan nila bagi personil PKK RW 02. Hasil dari budi daya ikan ini juga dinikmati oleh masyarakat sekitar alias diolah dan dijual dalam corak pempek dan bakso ikan.

“Kalau ikan nila sudah kita olah menjadi pempek. Nantinya juga bakal kita kembangkan seperti jadi siomay dan camilan anak-anak seperti nugget. Kemudian jika sudah selesai diolah dan diproduksi, ikan-ikan nila segar ini dapat dikonsumsi family kita,” tutur Dyah Utari.

“Manfaat nan kita dapatkan dari budi daya ini adalah nan pertama, dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga kita. Kedua, menambah gizi baik itu untuk anak-anak dan family kita semua,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto mengungkapkan, BRI terus mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menyalurkan program-program nan secara nan secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan.

"Program BRInita merupakan salah komitmen nyata BRI bagi pelestarian lingkungan di tengah kota nan memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman," ungkapnya.

“Program ini tidak hanya di satu titik saja, tetapi terdapat di 21 titik di Indonesia. Ini adalah bukti komitmen nyata peran BRI tidak hanya economic value semata, namun juga di saat berbarengan BRI menciptakan social value bagi masyarakat Indonesia," jelas Catur.

(*)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6