Begini Cara Apple Tangani Aplikasi Palsu yang Coba Masuk ke App Store

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Toko aplikasi milik Apple, App Store, belum lama ini disebut mengalami masalah. Pasalnya, ada sebuah aplikasi berjulukan LastPass nan diduga merupakan aplikasi tiruan namalain impostor dari password manager original berjulukan LastPass.

Lantas gimana Apple menangani masalah aplikasi palsu alias impostor nan berupaya masuk ke App Store?

App Store sebenarnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman nan kondusif melalui kebijakan mereka.

Ketika bicara tentang aplikasi impostor, ada pedoman spesifik di App Store nan perlu disetujui developer ketika mendistribusikan aplikasi mereka di App Store.

"App Store Review Guideline 4.1 memastikan bahwa menirukan aplikasi alias jasa lain dianggap sebagai pelanggaran patokan kami dan bisa menyebabkan penghapusan (aplikasi) dari App Store dan Apple Developer Program," kata Apple.

Pertahanan pertama terhadap pelanggar merupakan proses tinjauan alias review nan jelas memungkinkan pelaku jahat untuk lolos dari waktu ke waktu. Bahkan, jika penipuan tersebut terkesan jelas.

Apa nan bakal terjadi jika perihal tersebut terjadi? Bukan hanya aplikasi nan melanggar nan ditarik, namun seluruh akun developer dicabut lantaran melanggar ketentuan jasa Apple.

Hal inilah nan terjadi pada developer di kembali aplikasi LastPass impostor.

Emoji ini sangat mewakili karakter original Kim Kardashian baik secara bentuk maupun pernak-perniknya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Apa nan Bisa Dilakukan Pengembang Kalau Ada Aplikasi Palsu?

Apa nan bisa dilakukan oleh developer jika ada aplikasi impostor nan menyerupai aplikasi mereka di App Store?

Terdapat channel resmi untuk melaporkan pelanggar, baik itu melaporkan perselisihan konten alias perselisihan nama.

Dalam kasus aplikasi impostor LastPass, para developer LastPass resmi tidak langsung menghubungi media untuk menyelesaikan masalah ini.

Pengembang LastPass hanya memberi peringatan kepada pengguna mereka tentang akibat penipuan, dan perihal ini mendapatkan perhatian dari media nan memberitakan.

Apple Hapus Ratusan Ribu Akun Pengembang Nakal dari App Store

Asal tahu saja, berasas info nan dibagikan secara publik di bulan Mei 2023, sepanjang 2022, Apple telah menutup akun nan melanggar perlindungan App Store mengenai penipuan.

Pada saat nan sama, Apple mengungkap adanya penurunan jumlah pelanggar dari tahun ke tahun, berasas patokan nan diterapkan.

"Pada 2021, Apple menghapus lebih dari 802.000 akun developer nan potensial melakukan aktivitas curang. Pada 2022, jumlah tersebut berkurang jadi 428.000 akun, semua berkah metode dan protokol baru nan memungkinkan App Store mencegah pembuatan akun dengan kemungkinan aktivitas curang," kata Apple.

Lebih dari 100 Ribu Pengembang Ditolak Ikut Apple Developer Program

Lebih lanjut, "Setidaknya 105.000 developer nan mengusulkan Apple Developer Program ditolak lantaran diduga melakukan aktivitas kecurangan, menghindarkan aktor-aktor jahat ini mengunggah aplikasi mereka ke App Store."

Belum ada info berapa banyak akun developer nan dihapus pada 2023, namun kemungkinan angkanya bakal segera dirilis tahun ini.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Teknologi LP6
Teknologi LP6