Batas Gaji Pekerja Penerima Manfaat Tapera Minta Dinaikkan jadi Rp 12 Juta

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Anggota Ombudsman Republik Indonesia (RI) Yeka Hendra Fatika mengusulkan kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) ditingkatkan menjadi maksimal Rp 12 juta. Saat ini, BP Tapera menetapkan plafon kategori MBR Tapera mempunyai pendapatan Rp 8 juta. 

"Definisi masyarakat berpenghasilan rendahnya kudu ditingkatkan, jangan Rp 8 juta lagi tapi bisa Rp 12 juta mungkin," kata Yeka dalam konvensi pers di Kantor Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Senin (10/6).

Yeka mengutarakan ekspansi kategori MBR  dimaksudkan untuk menarik minat kepesertaan program Tapera. Hal ini sejalan dengan sasaran program Tapera untuk meningkatkan kesejahteraan para PNS maupun pekerja swasta alias mandiri.

"Kalau mau mendapatkan jangkauan nan lebih besar, maka arti masyarakat berpenghasilan rendahnya kudu ditingkatkan. Jangan Rp 8 juta lagi, agar cakupannya bisa menjadi luas," tegasnya.

Dia menilai manfaat  program Tapera bakal lebih banyak diperoleh oleh pekerja. Antara lain support DP rumah hingga nilai kembang KPR nan lebih murah bekisar 5 persen.

"Nah, jika ikut KPR lainnya kan bunganya tinggi-tinggi bisa 11 persen," tegasnya.

Sedangkan bagi masyarakat nan sudah mempunyai rumah, bisa memanfaatkan insentif untuk pembaharuan dengan kembang nan lebih rendah. Selain itu, peserta juga bakal memperoleh duit pokok beserta biaya pemupukannya di akhir masa kepesertaan. 

"Artinya manfaatnya jauh lebih baik dengan menjadi personil alias peserta Tapera," ucapnya.

Yeka optimis bahwa penyelenggaraan program Tabungan Perumahan Rakyat bakal dilakukan secara hati-hati oleh pemerintah. Sehingga, bergulirnya program Tapera tidak bakal membebani finansial perusahaan.

"Begini masalahnya 3 persen (iuran) itu kelak seperti apa ini sekarang sedang disimulasikan, kelak pengusaha bakal dicek dulu, jika pengusaha bermasalah, apalagi mengganggu cashflow-nya perusahaan, saya percaya Tapera tidak berani memaksakan seperti ini," pungkasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Program Tapera Tak Bakal Ditunda, Pekerja Swasta Potong Gaji Mulai 2027

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bakal tetap dijalankan pada 2027. Hal ini diungkap oleh Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho. Dengan begitu, pendapatan alias penghasilan tenaga kerja swasta bakal dipotong mulai 2027.

"2027 itu kan hanya segmen pekerja swasta ya," kata Heru dalam konvensi pers di Kantor Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Namun Heru tidak bersedia mengungkapkan waktunya pemotongan program Tapera bagi golongan pekerja lainnya. Termasuk pekerja berdikari nan ikut masuk tergolong peserta Tapera.

"Kalau segmen pekerja lainnya tidka diatur secara spesifik, menunggu kesiapan BP Tapera dan Komite," tegasnya.

Meski demikian, dia berjanji penerapan potongan program Tapera bagi pekerja bakal dilakukan secara bertahap. Saat ini, BP Tapera tengah konsentrasi untuk memperbaiki tata kelola patokan teknis pemotongan Tapera.

"Pasti secara gradual, gak mungkin dipungut secara bersama-sama," tegasnya.

Lanjutnya, BP Tapera tetap konsentrasi mematangkan prasarana dari segi IT, sumber daya manusia, hingga infrastruktur. Dia mencatat, saat ini BP Tapera hanya mempunyai 197 pegawai dan belum mempunyai instansi bagian di seluruh wilayah Indonesia.

"Bisnis model itu dibangun oleh BP Tapera itu approve dengan multi stakeholder dan membangun tata kelola nan lebih baik sehingga transparan kebentuk, baru ngomongin soal tanggungjawab tadi," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Menteri PUPR dan Sri Mulyani Sepakat Tapera Ditunda

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Ketua Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa dia telah berbincang dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengenai penundaan implementasi Tapera.

"Terlebih lagi jika ada usulan dari DPR alias Ketua MPR untuk diundur. Saya sudah berkomunikasi dengan Bu Menteri (Keuangan), dan kita bakal mengikuti pengarahan tersebut," ujar Menteri PUPR saat ditemui di Kompleks DPR RI pada Kamis (6/6/2024).

Basuki menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal terburu-buru mengimplementasikan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) jika dinilai belum siap.

"Menurut saya pribadi, jika memang belum siap, tidak perlu kita terburu-buru," tambahnya.

Basuki juga menekankan bahwa implementasi iuran Tapera tidak mendesak dan dapat ditunda. Ia menepis dugaan bahwa pemerintah pasif dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat.

Pemerintah Sudah Punya Program FLPP

Basuki menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan subsidi selisih kembang melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nan sudah melangkah dengan cukup baik.

Sejak diluncurkan pada tahun 2010, program FLPP telah menerima support dari APBN sebesar Rp105 triliun.

"Apa nan telah kami lakukan dengan subsidi kembang melalui FLPP sudah mencapai Rp105 triliun," jelas Basuki.

Ia menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kebutuhan perumahan masyarakat, meski Tapera belum diimplementasikan.

Basuki juga mengungkapkan penyesalannya terhadap reaksi keras nan muncul atas rencana penyelenggaraan Tapera. "Saya betul-betul menyesal dengan kemarahan nan muncul mengenai program Tapera ini," ucapnya.

Penundaan Tapera menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan beragam masukan dan mempertimbangkan kesiapan program sebelum diluncurkan. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa ketika Tapera akhirnya diimplementasikan, program tersebut dapat melangkah efektif dan berfaedah bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat melalui beragam program nan ada.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6