Bansos Pangan Berhasil Jaga Inflasi Indonesia di 2,6%

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut efektivitas pemberian support sosial (bansos) hingga support pangan kepada masyarakat. Salah satunya sukses menahan tingkat inflasi di kisaran 2,6 persen.

Diketahui, inflasi pangan menjadi perhatian pemerintah mengingat besarnya andil sektor tersebut pada nomor inflasi nasional. Sederet langkah dilakukan guna menjaga tingkat inflasi, termasuk memberikan support ke masyarakat.

"Inflasi, lihat dong inflasi rata-rata Indonesia itu cuman 2,6 persen jauh di negara-negara lain nan nyaris 10 persen, itu bukti (efektivitas bansos)," ujar Erick saat meninjau stok Beras SPHP, di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Selain pengaruhnya terhadap nomor inflasi, Erick juga memandang tren positif dalam pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,05 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan banyak negara lain.

"Nah ini nan kemarin kita coba pemerintah jaga ya tapi terkendali, inflasi 2,6 persen, pertumbuhan ekonomi tetap ya 5,05 (persen) rata-rata pertumbuhan ekonomi bumi itu 5,03 (persen) jadi kita di atas rata-rata, ini berkah Alhamdulillah," paparnya.

Berkaca pada keahlian tersebut, Erick menilai kebijakan pemerintah nan menyalurkan beragam support dan bansos jadi suatu langkah nan tepat.

"Artinya pemerintah membikin kebijakan nan baik, sempurna? Tidak," kata Erick Thohir.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pemerintah Akan Guyur 250 Ribu Ton Beras

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut pemerintah berupaya untuk menekan nilai beras di pasaran. Salah satunya dengan menggelontorkan persediaan beras pemerintah (CPP) sebanyak 250 ribu ton ke pasaran.

Harapannya, langkah itu bisa menambah suplai untuk memenuhi permintaan masyarakat. Upaya ini juga nan sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Erick bilang, rencana itu sudah dikoordinasikan berbareng dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi.

"Nah tentu di masa-masa ini ya kita kudu intervensi tadi saya Pak Bayu dan Pak Arief rapat tadi berbareng Presiden, Presiden cek langsung di beberapa titik, dan kita juga di beberapa titik selalu laporan tiap hari lantaran itu diambil kebijakan, kita gelontorkan lagi 250 ribu (ton) jenis beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) agar tadi, keresahan, itu tidak terjadi," urai Erick di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Stok Beras Pemerintah Cukup

Dia mengatakan, persediaan beras pemerintah saat ini dalam kondisi nan cukup banyak sebesar 1,2 juta ton. Bahkan, bakal ada tambahan sebanyak 500 ribu ton lagi dari impor nan bakal masuk dalam waktu dekat.

Banyaknya stok ini nan bakal digunakan untuk mengendalikan nilai beras di pasaran. Sebelum nantinya stok beras bakal dibanjiri kembali dari hasil produksi dalam negeri.

"Tapi pemerintah memastikan 250.000 kita gelontorkan," tegasnya.

Gelontoran beras ini rencananya bakal dilakukan usai gelaran Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024, pekan ini.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6