Bansos Jadi Sorotan Jelang Pemilu 2024, Erick Thohir: Saya Bingung Kenapa Sekarang Diributkan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku bingung kenapa program support sosial (bansos) oleh pemerintah diributkan akhir-akhir ini alias menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum alias Pemilu 2024.

"Bansos itu merupakan kebijakan nan diambil pemerintah berbareng DPR dan sudah dianggarkan oleh Menteri Keuangan. Program bansos itu melangkah sudah lama, jadi saya juga bingung kenapa mesti diributkan sekarang," ujar Erick usai mengecek kesiapan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern Robinson Klender, Jakarta Timur, Senin.

Ia menegaskan bahwa program bansos telah lama melangkah dan program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat.

"Program bansos ini sudah melangkah lama dan tentu sudah diprogramkan oleh Bu Mensos juga Bapak Presiden. Kami dari BUMN hanya membantu suplainya, saya pribadi tidak pernah melakukan bansos tetapi jika intervensi pasar murah pada saat COVID-19 pun kami melakukan dan tidak ada nan diributkan. Jadi, percayalah kebijakan ini memang diambil untuk melayani masyarakat nan belum mampu," ujar Erick.

Sebelumnya, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyampaikan bahwa pemerintah menjalankan program bansos untuk membantu family miskin nan sedang menghadapi situasi susah akibat kenaikan nilai bahan pokok.

"Tujuan utama bansos adalah sebagai alas alias perlindungan sosial agar masyarakat alias family miskin bisa memperkuat menghadapi tekanan kenaikan nilai pangan sebagai akibat El Nino maupun gangguan rantai pasok nan berakibat pada kenaikan nilai pangan global," kata Ari.

Ari menegaskan bahwa penyaluran bansos adalah program afirmasi dari pemerintah untuk rakyat nan dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan telah disetujui berbareng oleh pemerintah dan DPR. "Jadi, tidak ada hubungannya dengan proses pemilu," katanya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Bansos Pangan Berhasil Jaga Inflasi Indonesia di 2,6%

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut efektivitas pemberian support sosial (bansos) hingga support pangan kepada masyarakat. Salah satunya sukses menahan tingkat inflasi di kisaran 2,6 persen.

Diketahui, inflasi pangan menjadi perhatian pemerintah mengingat besarnya andil sektor tersebut pada nomor inflasi nasional. Sederet langkah dilakukan guna menjaga tingkat inflasi, termasuk memberikan support ke masyarakat.

"Inflasi, lihat dong inflasi rata-rata Indonesia itu cuman 2,6 persen jauh di negara-negara lain nan nyaris 10 persen, itu bukti (efektivitas bansos)," ujar Erick saat meninjau stok Beras SPHP, di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Selain pengaruhnya terhadap nomor inflasi, Erick juga memandang tren positif dalam pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,05 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan banyak negara lain.

"Nah ini nan kemarin kita coba pemerintah jaga ya tapi terkendali, inflasi 2,6 persen, pertumbuhan ekonomi tetap ya 5,05 (persen) rata-rata pertumbuhan ekonomi bumi itu 5,03 (persen) jadi kita di atas rata-rata, ini berkah Alhamdulillah," paparnya.

Berkaca pada keahlian tersebut, Erick menilai kebijakan pemerintah nan menyalurkan beragam support dan bansos jadi suatu langkah nan tepat.

"Artinya pemerintah membikin kebijakan nan baik, sempurna? Tidak," kata Erick Thohir.

Pemerintah Akan Guyur 250 Ribu Ton Beras

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut pemerintah berupaya untuk menekan nilai beras di pasaran. Salah satunya dengan menggelontorkan persediaan beras pemerintah (CPP) sebanyak 250 ribu ton ke pasaran.

Harapannya, langkah itu bisa menambah suplai untuk memenuhi permintaan masyarakat. Upaya ini juga nan sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Erick bilang, rencana itu sudah dikoordinasikan berbareng dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi.

"Nah tentu di masa-masa ini ya kita kudu intervensi tadi saya Pak Bayu dan Pak Arief rapat tadi berbareng Presiden, Presiden cek langsung di beberapa titik, dan kita juga di beberapa titik selalu laporan tiap hari lantaran itu diambil kebijakan, kita gelontorkan lagi 250 ribu (ton) jenis beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) agar tadi, keresahan, itu tidak terjadi," urai Erick di Ramayana Klender, Jakarta, Senin (12/2/2024).

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6