AHY Dilantik Jadi Menteri ATR, Jokowi Beri Tugas Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditunjuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). AHY dilantik menjadi Menteri ATR/Kepala BPN oleh Jokowi pada Rabu, 21 Februari 2024.

Jokowi pun memberikan tiga tugas kepada AHY  nan menjabat Menteri ATR/Kepala BPN di Kabinet Indonesia Maju. Pertama, Jokowi meminta agar sertifikat elektronik kudu didorong lebih massif.

"Kemudian sasaran HGU karbon trading berangkaian dengan PP lantaran banyak nan mau masuk. Ketiga berangkaian 120 juta PTSL (program pendaftaran tanah sistematis lengkap) itu kudu kita selesaikan,” ujar Jokowi usai pelantikan pada Rabu (21/2/2024).

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menuturkan, saat ini nan menjadi prioritas Kementerian ATR/BPN ialah sertifikasi dan perizinan tata guna lahan.

AHY menuturkan, pihaknya bakal sekuat tenaga dan menjalankan tugas dengan tanggung jawab di tengah masa tugas sebagai Menteri ATR nan berjalan delapan bulan.

"Selalu meyakni dalam waktu berapa pun, berapa pun melakukan nan terbaik untuk masyarakat dan negara. Saya juga ucapkan selamat kepada pak Hadi sebagai Menkopolhukam,” ujar AHY.

Cerita AHY

AHY juga menceritakan jika tidak mengira ditunjuk sebagai Menteri ATR. Ia dipanggil oleh Mensesneg Pratikno pada Selasa, 20 Februari 2024 untuk menemui Presiden Jokowi dan diminta berasosiasi dalam kabinet.

"Tadi malam, walaupun ini serba mendadak. Jadi Senin malam saya baru dapatkan telepon dari Mensesneg Pak Pratikno, dan bertanya apakah ada di Jakarta. Beliau kemudian menyampaikan saya diterima oleh Pak Presiden Jokowi di Istana Merdeka kemarin Selasa jam 8, apakah agendanya saya tidak tahu. Beliau meminta berasosiasi di kabinet,  lalu menyampaikan dan hari ini bakal dilakukan pelantikan, ucapkan terima kasih,” tutur AHY.

Selanjutnya AHY juga berjumpa dengan Pemimpin Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto untuk meminta restu. “Kemudian menghadap pak Hadi luar biasa nan menangani untuk rumor dan persoalan nan mendesak di ATR dan BPN. Termasuk pak Presiden Jokowi sampaikan tiga perihal ada beberapa prioritas, tentu saya inginkan dalam 8 bulan ini dituntaskan segala daya dan upaya, di antaranya sertifikat elektronik,” ujar AHY.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sertifikat Sebagai Solusi

AHY menambahkan, sertifikat tersebut sebagai solusi beragam persoalan untuk mengatasi tumpeng tindih dan permainan mafia tanah.

"Ini masalah keadilan, bukan hanya masalah bagi-bagi sertifikat tetapi ini masalah keadilan nan sangat fundamental, kita punya tujuan. Kalau apa nan dilakukan pak Hadi, Kementerian ATR/BPN selama ini hadirkan kepastian norma khususnya untuk tata ruang, lokasi, tanah nan bakal digunakan untuk pembangunan prasarana di skala strategis dan lokal sehingga investasi bakal bergerak,” ujar dia.

AHY menilai, perihal itu bakal meningkatkan kepercayaan diri  dari dalam dan luar negeri seiring investasi nan bergerak tentu bakal hadirkan pertumbuhan ekonomi termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Membuka lapangan pekerjaan, masyarakat jadi sejahtera. Banyak perihal sasaran nan dikejar termasuk 120 juta bagian PTSL, dan termasuk rumor lingkungan hidup jadi prioritas utama. Kita bakal koordinasi dengan lembaga kementerian terkait,” kata AHY.

AHY mengatakan bakal meminta pandangan dan masukan dari Hadi Tjahjanto seiring kerja besar di bagian agraria dan tata ruang. “Selain itu juga minta masukan tentu dari mahir dan akademisi,” ujar AHY.

Jokowi Lantik AHY sebagai Menteri ATR/Kepala BPN

Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi melantik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Negara Jakarta, Rabu (21/2/2024). Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.48 WIB.

Pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN berasas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34/P Tahun 2024 tentang Pembehentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

"Mengangkat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional sisa masa kedudukan periode 2019-2024," demikian bunyi Keppres.

Jokowi lalu membimbing AHY mengucapkan sumpah jabatan. Dia berjanji bakal menjalankan tugas kedudukan sebagai Menko Polhukam dengan sebaik-baiknya.

"Saya bersumpah/berjanji bahwa saya bakal setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta bakal menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ucap AHY didepan Jokowi.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas kedudukan bakal menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," dia menambahkan.

Gantikan Posisi Hadi

Dalam pelantikan ini, datang Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.

Kemudian, Menteri PAN-RB Azwar Anas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, hingga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Putra sulung Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menggantikan posisi Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto nan diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Hadi sendiri menggantikan Mahfud Md nan mengundurkan diri dari posisi Menko Polhukam pada awal Februari lampau lantaran ikut kontestasi Pilpres 2024. Mahfud diketahui menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6