5 Langkah Bapanas Stabilkan Harga Beras

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan lima langkah untuk menyeimbangkan kesiapan beras dan menjaga nilai beras di tingkat nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan, pertama, pihaknya sedang mempercepat pembongkaran kapal beras dari luar negeri di beberapa pelabuhan. Demikian dikutip dari Antara, ditulis Senin (12/2/2024).

Kedua, terus menjalankan pengedaran beras komersial Bulog sebanyak 200 ribu ton, termasuk 50 ribu ton ke Food Station/Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

"Pasokan ke penggilingan akhir tahun lampau juga sudah 200 ribu ton. Dua kali (sebanyak) 200 ribu ton beras komersial ke penggiling padi,” tutur Arief.

Ketiga, dia menambahkan, terus menerus mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) ke Pasar Tradisional dan Retail Modern, dan keempat, terus mengerjakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional. “Sebanyak 1,2 juta ton SPHP ke outlets. Stok PIBC di atas 34 ribu ton,” kata Arief.

Kelima, dia mengatakan, Bantuan Pangan Beras bakal dimulai kembali pada 15 Februari 2024 setelah periode pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) selesai. Menyambut panen raya nan diprediksi pada Maret 2024, Arief menuturkan, pihaknya berbareng Kementerian Pertanian (Kementan) dan semua mengenai bakal berkoordinasi mempersiapkan penyerapan nan optimal. Hal ini untuk mencegah jatuhnya harga di tingkat petani.

"Pada saat nan sama pengisian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari produksi dalam negeri dapat terpenuhi dengan baik,” tutur Arief.

Selain itu, pemerintah bakal kembali melanjutkan penyaluran support pangan beras pada 15 Februari 2024, setelah dihentikan sementara pada 8 Februari hingga 14 Februari 2024 lantaran periode pencoblosan Pemilu 2024.

"Tapi, unik program lain selain bantuan pangan pemerintah tetap melangkah untuk kebutuhan masyarakat luas. Pengiriman beras ke pasar tradisional, modern market outlets, Pasar Induk Beras Cipinang. Harus,” ujar Arief.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Jelang Pemilu dan Ramadan, Harga Beras Makin Mahal Tembus Rp 36 Ribu per Kg

Sebelumnya diberitakan, nilai sejumlah bahan pangan terpantau mengalami kenaikan nan cukup signifikan dalam satu pekan terakhir. Bahkan tercatat sejumlah daerag di Timur Indonesia beras premium dijual Rp 25-36 ribu per kilogram (kg).

Secara tren, perihal ini terlihat mengalami kenaikan dari pekan-pekan sebelumnya. Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) nilai beras di Papua Tengah pernah mencapai Rp 36.130 per kg di 10 Februari 2024. Kini, harganya berangsur turun di kisaran Rp 19.000 per kg.

Sementara itu, di wilayah Papua Pegunungan, harga beras masih bertengger di Rp 25.000 per kg hingga saat ini. Angka tertinggi ada di Kabupaten Jayawijaya dengan nilai nan sama. Di Provinsi Papua dan Papua Barat sendiri, nilai beras tetap memperkuat di kisaran Rp 16.000-18.000 per kg.

Kemudian, di wilayah Sulawesi-Maluku nilai beras juga berkisar antara Rp 15.000-18.000 per kg. Sulawesi Tengah misalnya, nan dalam beberapa hari terakhir mencatatkan nilai rata-rata beras di Rp 15.000-16.000 per kg. Sementara itu, di Maluku Utara nilai berkisar di Rp 17.000 per kg.

Harga Beras

Masih mengutip referensi info nan sama, DKI Jakarta mencatatkan nilai rata-rata beras premium di Rp 15.650 per kg. Harga tertinggi ada di Jakarta Barat dengan Rp 18.000 per kg.

Selanjutnya, Jawa Barat mencatatkan nilai rata-rata Rp 16.270 per kg. Untuk sementara ini nilai tertinggi ada di Kabupaten Bandung dengan Rp 17.500 per kg. Diikuti dengan Indramayu dengan Rp 17.000 per kg.

Berkaca pada sebaran info tadi, nilai beras mahal nyaris terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Ini terlihat dari visualisasi info nan ditampilkan Bapanas.

Terpantau, lebih dari 90 persen wilayah Indonesia dicitrakan dengan warna merah. Warna ini menunjukkan adanya nilai beras lebih dari 5 persen diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) alias Harga Acuan Pembelian (HAP).

Beras Medium Juga Naik

Tren kenaikan nilai juga terjadi pada nilai beras medium. Ini jadi beras nan kualitasnya setara dengan nan dijual oleh Bulog. Tercatat, harga-harga di seluruh provinsi juga lebih tinggi dari HET.

Harga beras medium secara nasional rata-rata di Rp 13.750/kg. Angka tertinggi ada di Papua Tengah dengan Rp 17.000/kg dan terendah ada di Kalimantan Selatan dengan Rp 11.820/kg.

Perlu dicatat, HET beras premium ditetapkan Bapanas sebesar Rp 10.900/kg. Artinya, seluruh provinsi di Indonesia menjual beras medium dengan nilai di atas HET.

Dilihat dari pemetaannya, tren nan sama terjadi pada nilai beras medium ini. Terlihat lebih dari 90 persen wilayah Indonesia berwarna merah. Bedanya, warna ini menunjukkan nilai penjualan beras medium berada lebih dari 20 persen di atas HET.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6