37 Bus Pariwisata Diciduk Tak Layak Jalan di Jakarta dan Bogor

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan sebanyak 37 unit bus pariwisata tidak laik jalan, alias tidak memenuhi kelengkapan manajemen dan persyaratan teknis.

Temuan itu didapat setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan inspeksi dadakan alias sidak terhadap bus pariwisata di wilayah DKI Jakarta dan Bogor.

"Pada libur akhir pekan ini dilakukan sidak pikulan pariwisata di tiga titik wilayah Jakarta dan Bogor ialah Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah dan Rest Area Km 45A Tol Jagorawi. Pada kesempatan ini telah diperiksa sebanyak total 160 unit bus," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Risyapudin Nursin dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/2024).

Risyapudin memaparkan, dari 160 unit bus nan diperiksa, sebanyak 123 unit bus laik jalan sedangkan 37 unit bus tidak laik jalan.

"Kami temukan di lapangan tetap ada bus nan beraksi tanpa Kartu Pengawasan (KP) dan ada juga nan ada KP namun sudah tidak berlaku. Serta tetap ada nan belum melaksanakan perpanjangan Uji KIR. Ini kudu menjadi perhatian," tegasnya.

Ia menuturkan beberapa bus di lapangan terpaksa kudu melakukan pergantian armada lantaran tidak memenuhi aspek kelaikan jalan dan juga tidak dapat menunjukan surat-surat resmi.

Antara lain, bus dari Perusahaan Otobus (PO) Ros Trans Sukabumi, PO Prima Raya Serang, PO Armada Jaya Perkasa Serang, PO Wanel Utama Trans Jakarta Utara, serta PO Dewi Sinta Bandung.

"Terlebih lagi tetap ada PO bus nan memalsukan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) dan Kartu Pengawasan (KP). Kami info ada 3 bus nan melakukan perihal tersebut dan sudah dilakukan penegakkan hukum," imbuh Risyapudin.

Ia berambisi ke depan semakin banyak bus nan mematuhi ketentuan dan kebijakan nan bertindak untuk pikulan pariwisata. Kemudian, tak ada lagi bus tidak laik jalan beraksi dan mengangkut penumpang lantaran perihal ini sangat berisiko. 

"Kami juga tidak jenuh untuk mengingatkan semua pengguna jasa agar lebih berhati-hati dalam memilih bus pariwisata. Sebelumnya dapat melakukan pengecekan kelaikan bus pada aplikasi Mitra Darat atau mitradarat.dephub.go.id," pintanya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Menhub Sidak Bus Pariwisata di Ragunan, Ini Temuannya

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menemukan sejumlah bus pariwisata yang tidak mempunyai kelengkapan surat-surat antara lain uji kendaraan bermotor (KIR) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  saat inspensik mendadak di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2024).

Seiring temuan itu, bus-bus tersebut tidak bakal dibiarkan beroperasi. Adapun Menhub Budi Karya Sumadi berbareng Kakorlantas inspeksi mendadak (sidak) mengenai kelaikan jalan bus pariwisata.

"Kami berbareng Kakorlantas sengaja datang ke Ragunan nan memang terkenal menjadi destinasi wisata. Saya tadi melakukan random check terhadap enam bus. Dari enam bus ini, empat bus tidak melengkapi KIR, apalagi ada nan STNK-nya sudah habis. Uji KIR itu menunjukkan bahwa kendaraan laik jalan, mestinya nan empat tadi tidak boleh jalan," ujar Menhub Budi seperti dikutip dari Antara, Minggu, 9 Juni 2024.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan penegakan norma terhadap bus nan tidak layak jalan, ialah melakukan penahanan terhadap bus nan tidak dapat menunjukkan uji KIR serta mengedukasi pemilik bus pariwisata agar menaati peraturan.

Pemeriksaan Langsung

Selanjutnya, pemeriksaan langsung kondisi lapangan alias sweeping bakal terus dilakukan untuk menindak secara langsung pelanggar peraturan.

Menhub Budi mengatakan, surat kendaraan antara lain Uji KIR, STNK dan Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib dilengkapi oleh operator dan pengemudi bus umum maupun bus pariwisata sebelum melakukan perjalanan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.

"Selama ini mungkin kita tahu bahwa beberapa bus pariwisata mengalami kecelakaan. Dari kasus nan ada, kebanyakan mereka tidak mempunyai syarat-syarat perjalanan seperti surat Uji KIR, STNK dan nan lain," kata Menhub Budi

Pesan Menhub Budi

Budi juga berpesan kepada penumpang untuk memastikan bus pariwisata nan ditumpanginya layak jalan. Salah satunya dengan meminta pengemudi menunjukkan surat Uji KIR dan kelengkapan kendaraan lainnya. Pengecekan izin dan kelaikan armada bus juga bisa dilakukan melalui https://mitradarat.dephub.go.id.

Sementara itu, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan Korlantas Polri mendukung upaya-upaya untuk menertibkan bus pariwisata dan bakal melakukan sweeping setiap minggunya di lokasi-lokasi wisata untuk mencegah kecelakaan nan melibatkan kendaraan.

"Pada sidak hari ini bakal kita lakukan penindakan dan kita sampaikan kepada perusahaan operator untuk mengganti kendaraan dengan nan sudah komplit surat-suratnya. nan suratnya belum ada kelak kita hentikan. Ini bakal kita lakukan sesuai kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan," ujar Slamet.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6