11 Orang Meninggal Akibat Kereta Tabrak Mobil di Lumajang, KAI Dorong Peningkatan Keamanan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) buka bunyi mengenai musibah kecelakaan nan terjadi antara mobil elf dengan KA 266 Probowangi relasi Ketapang - Surabaya Gubeng.

Kecelakaan itu terjadi di di perlintasan tanpa palang pintu di km 138+0 petak jalan antara Stasiun Randuagung - Stasiun Klakah pada Minggu 19 November 2023 pukul 19.53 WIB.

"PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut bersungkawa cita dan menyesalkan kejadian kecelakaan lampau lintas antara mobil elf dengan KA 266 Probowangi relasi Ketapang - Surabaya Gubeng di perlintasan tanpa palang pintu di km 138+0 petak jalan antara Stasiun Randuagung - Stasiun Klakah pada Minggu (19/11) pukul 19.53 WIB," kata PT KAI dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/11/2023).

Dilaporkan, kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa pada 11 orang meninggal bumi nan seluruhnya merupakan pengguna mobil elf tersebut.

Sementara itu, seluruh penumpang KA 266 Probowangi dalam kondisi selamat.

Perseroan juga mengungkapkan, kejadian ini mengakibatkan keterlambatan 13 menitpada KA Probowangi lantaran kudu berakhir di perlintasan tempat letak kejadian tersebut.

"KAI prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut, serta menyampaikan ucapan turut belasungkawa kepada para family korban," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Didiek mengatakan, KAI meminta seluruh pihak sesuai dengan kewenangannya masing-masing agar lebih peduli dan memberikan perhatian untuk meningkatkan sistem keselamatan di perlintasan sebidang.

"KAI berharap peran aktif semua pihak untuk dapat melakukan peningkatan keselamatan pada Perlintasan sebidang demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diharapkan agar berhati-hati saat bakal melintasi perlintasan sebidang, dan disiplin mematuhi rambu-rambu nan terdapat di perlintasan sebidang. Pastikan jalur nan bakal dilalui sudah aman, tengok kanan dan kiri, serta patuhi rambu-rambu nan ada," jelasnya.

Aturan Mengenai Perlintasan Kereta Api

PT KAI menjelaskan, Kereta Api mempunyai jalur tersendiri dan tidak dapat berakhir secara tiba-tiba, sehingga pengguna jalan kudu mendahulukan perjalanan KA. Seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang.

Aturan tersebut tercantum dalam UU No. 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114.

Selain itu, KAI juga selalu menekankan, agar pemilik jalan sesuai kelasnya (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) melakukan pertimbangan keselamatan atas keberadaan perlintasan sebidang di wilayahnya. Pemilik jalan adalah pihak nan kudu mengelola perlintasan sebidang seperti melengkapi perlengkapan keselamatan alias menutup perlintasan sebidang nan dinilai membahayakan bagi keselamatan, jelas perseroan.

Wewenang Pengelolaan Perlintasan

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 kewenangan untuk penanganan dan pengelolaan perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan dilakukan oleh pemilik jalannya.

Pengelolaaan untuk perlintasan sebidang nan berada di jalan nasional dilakukan oleh Menteri, Gubernur untuk perlintasan sebidang nan berada di jalan provinsi, dan Bupati/Wali Kota untuk perlintasan sebidang nan berada di jalan kabupaten/kota dan desa.

"KAI menghimbau agar Pemda, Kemenhub, dan PUPR lebih peduli serta lebih perhatian terhadap keselamatan di perlintasan sebidang dengan melengkapi peralatan keselamatan bagi pengguna jalan raya seperti rambu-rambu, penerangan, palang pintu, dan penjaga perlintasan sebidang," jelas perseroan dalam keterangannya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6